Tahapan Perkembangan Janin: Minggu Pertama – Minggu Kelima

Tahapan Perkembangan Janin: Minggu Pertama – Minggu Kelima

Kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu. Sementara tulisan  ini menyajikan bagian pertama  dari tahapan janin sejak awal pembuahan hingga minggu ke -5. Tulisan akan diposting secara bertahap di blog ini.

tahapan perkembangan janin

Minggu Pertama

Minggu pertama kehamilan anda terhitung sejak hari pertama haid terakhir, walaupun sebenarnya pembuahan terhitung kira-kira 2 minggu kemudian. Pada masa tersebut, Anda harus meningkatkan asupan asam folat sekitar 400 mikrogram (0,4 mg) setiap harinya. Dimulau setidaknya satu bulan sebelum pembuahan dan selama tiga bulan setelah pembuahan. Zat ini sangat penting dalam perkembangan janin, terutama membantu mencegah cacat tabung saraf. Selain itu, Anda juga perlu menghindari kafein, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang serta olahraga ringan untuk tetap bugar.

Minggu Kedua

Pada awal minggu kedua telur menempel ke dinding rahim, biasanya di bagian atas rahim. Plasenta akan mulai terbetuk dan bersiap-siap untuk memberikan darah dan nutrisi pada janin selama kehamilan. Embrio pun siap mengalami pembelahan dan terpisah menjadi bagian tersendiri.
Pada saat iniah risiko kehamilan ektopik bisa terjadi. Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim ini berisiko pendarahan dan bisa dipantau hingga minggu ke-16. Jika terdeteksi secara dini, dokter bisa membantu menangani.

DI minggu kedua ini pula proses kembar fraternal ataupun kembar identik akan dimulai. Kembar fraternal (atau kelipatan lain) berasal lebih dari satu sel telur yang dibuahi. Sementara Kembar identik adaah hasil dari satu sel telur yang kemudian membelah menjadi dua bagian identik dan tumbuh secara terpisah.

Minggu Ketiga

Sebagian orang seringkali belum menyadari jika dirinya telah hamil tiga minggu. Selama minggu terakhir telur telah membelah ratusan kali dan menjadi blastokista. Antara 4 dan 7 hari blastokista akan menempel ke dalam endometrium yang pada akhirnya akan menjadi plasenta. Anda mungkin mengalami sedikit flek saat blastokista menempel. MUnculnya flek seringkali dianggap masa haid, padahal bukan. Flek ini umumnya berupa bercak kecil yang hanya berlangsung satu atau dua hari.

Pada akhir minggu ini telur telah menjadi embrio dan akan terlihat dengan mata telanjang. Embrio ini tidak terlihat seperti janin atau bayi. Namun otak, tulang punggung, dan sistem kardiovaskular – lengkap dengan jantung yang berdetak mulai terbentuk.

Minggu Keempat

Ukuran janin anda kira-kira sebesar biji apel pada minggu keempat. Saat ini biasaya muncul tanda-tanda kehamilan yang bisa anda deteksi sendiri, misalnya:

  • Terlambat haid
  • Mual dan muntah
  • Penggelapan dari areola
  • Air liur berlebihan/ingin meludah
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan kulit, termasuk jerawat
  • Suhu basal tinggi
  • Mudah lelah
  • Punggung nyeri

Anda bisa melakukan tes kehamilan di rumah untuk mengetahuinya. Jika hasilnya positif, segera periksakan ke dokter atau bidan untuk hasil yang lebih meyakinkan.

Minggu Kelima

Pada tahap ini embrio mulai memiliki bentuk yang jelas. Tali plasenta dan pusar menyediakan makanan untuk bayi. Sistem peredaran darah sekarang mulai berfungsi. Pemeriksaan USG akan menunjukkan tanda-tanda awal jantung yang berdetak.Perbedaan antara kepala dan ekor pun terlihat jelas pada saat ini.

Kehamilan ini mungkin akan mempengaruhi kestabilan emosi Anda. Peningkatan hormon pun mulai membuat anda merasa tidak nyaman. Hal ini adalah normal dan mungkin menjadi tanda bahwa anda memang sedang hamil. Selain itu, Anda mungkin menemukan diri Anda sangat lelah selama waktu-waktu ini.

(bersambung)

sumber: http://www.amazingpregnancy.com

Share Button

Comments

comments