Postpartum Depression (4): Tips Penanganan

Postpartum Depression (4): Tips PenangananBantuan untuk Diri Sendiri

Hal terbaik yang bisa anda lakukan jika anda mengalami postpartum depression adalah menjaga diri anda sendiri. Semakin anda perhatian dengan kondisi psikis dan fisik anda, maka anda akan merasa semakin baik.

Perubahan gaya hidup yang sederhana dapay membantu mengembalikan perasaan anda seperti semula.

  • Istirahat yang cukup. Jangan sampai kurang. Bagi anda mungkin tidur selama 8 jam penuh adalah sesuatu yang tidak mungkin bila anda memiliki bayi. Namun jika tidur anda kurang, hal itu akan membuat depresi semakin memburuk. Lakukan apa saja yang memungkinkan anda untuk tidur lebih banyak, misalnya dengan meminta bantuan suami atau anggota keluarga lain agar anda bisa tidur siang.
  • Sisihkan waktu yang berkualitas, untuk rileks dan istirahat dari tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga. Temukan cara sederhana untuk memanjakan diri seperti berendam air hangat, menikmati secangkir teh panas, atau relaksasi lainnya.
  • Jaga asupan makanan anda. Jika anda mengalami depresi, acapkali asupan makanan bernutrisi menjadi tidak terkontrol. Padahal apa ang anda makan berpengaruh pada kualitas ASI. Maka dari itu jangan lupa untuk tetap menjaga kebiasaan makan makanan yang bergizi dalam menu makanan sehari-hari anda.
  • Berjemur. Cahaya matahari di pagi hari sangat bermanfaat untuk meningkatkan mood anda. Cobalah untuk menikmati sensasi cahaya maahari pagi sedikitnya 10 hingga 15 menit setiap hari.
  • Lakukan olahraga ringan. Tidak perlu berlebihan. Lakukan hal ini sesegera mungkin karena selain murah, olahraga (menurut penelitian) juga sama efektifnya dengan pengobatan medis dalam mengatasi depresi. Tak ada salahnya anda praktekkan olahraga ringan seperti berjalan kaki 30 menit untuk hasil positifnya.

Bantuan dan Dukungan dari Orang Lain

  • Buat prioritas dalam hubungan. Jika anda merasa depresi dan rapuh, anda tidak boleh sendiri (karena hal itu akan membuat kondisi anda semakin parah). Tetaplah menjalin kontak degan keluarga atau teman-teman anda. Jaga hubungan anda dengan suami dan orang-orang yang anda cintai serta pastikan mereka tahu kebutuhan anda dan bersedia mendukung anda.
  • Jangan diam saja. Sampaikan apa yang anda rasakan pada keluarga atau teman yang anda percayai. Selain mereka akan memberikan respon atau bantuan praktis pada anda, mereka juga bisa menjadi tempat untuk mencurahkan kebutuhan emosi anda. Dengan berbagi apa yang anda rasakan/ alami, setidaknya dengan 1 orang, akan membuat perasaan anda lebih baik. Tentu saja pilih orang yang bersedia mendengarkan, dapat dipercaya dan mau berempati, bukan orang yang mudah menghakimi dan tidak memberikan dukungan untuk anda.
  • Bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru. Bahkan jika anda memiliki teman baik yang sangat suportif, anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berkomunikasi dengan ibu-ibu lain yang mengalami transisi yang sama dengan anda.  Hal ini juga bermanfaat, anda bisa mendengar sharing dari ibu-ibu baru lain tentang perasaan, kekhawatiran dan pengalaman mereka. Anda bisa mencari komunitas ibu-ibu baru di sekitar anda atau anda bisa mencarinya di grup-grup atau forum khusus di internet.

Tips penanganan untuk postpartum depression

  1. Cari orang yang dapat menolong anda mengerjakan tugas ibu rumah tangga, merawat anak, dan tugas lainnya, sehingga anda bisa mendapatkan cukup istirahat.
  2. Lakukan Me-Time setiap hari, walaupun hanya 15 menit. Lakukan hal-hal yang membuat anda rileks atau anda sukai.
  3. Miliki diary. Salah satu cara yang bagus untuk mencurahkan segala pikiran dan emosi anda adalah dengan menuliskannya ke dalam buku harian. Selain anda bisa membuat catatan yang mengalir dan jujur dari diri anda, buku harian juga bisa menjadi “rekam jejak” setiap peningkatan atau penurunan kondisi psikis anda.
  4.  Beri penghargaan untuk diri sendiri apabila anda mampu menangani dengan baik masalah-masalah yang ada,  bahkan jika anda hanya bisa melakukan 1 hal saja. Namun, jika belum berhasil, jangan terlalu keras pada diri anda.
  5. Jujur mengenai seberapa banyak tugas yang bisa anda lakukan dan mintalah bantuan orang lain.

dari : American Academy of Family Physicians

Penanganan para ahli postpartum depression

Selain memerlukan upaya dari diri sendiri sertabantuan dari keluarga/teman,  anda mungkin mempertimbangkan untuk penanganan yang profesional untuk menyingkirkan postpartum depression. Postpartum depression memiliki penanganan yang sama dengan tipe depresi umumnya, yakni dengan terapi, pengobatan medis, dan dukungan dari kelompok.

  • Terapi individual atau konseling pernikahan – Terapi bisa menjadi salah satu penanganan yang sangat efektif untuk postpartum depression. Seoarang terapis yang berpengalaman dapat membantu anda dalam menyesuaikan peran anda sebagai seorang ibu. Jika anda mengalami kesulitan atau merasa tidak mendapat dukungan di rumah, konseling pernikahan bisa menjadi alternatif lain.
  • Terapi hormon – Terapi perubahan estrogen (Estrogen replacement therapy) juga bermanfaat untuk postpartum depression. Estrogen sering dikombinasi dengan antidepresan. Terapi ini memiliki sejumlah risiko, bicarakan hal ini dengan dokter anda untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.
  • Antidepresan – Untuk kasus postpartum depression yang parah di mana pihak suami atau keluarga tidak mampu menjaga sang ibu atau bayinya maka penggunaan anti depresan bisa menjadi pilihan. Namun, pengobatan ini biasanya diiringi dengan terapi serta pengawasan ketat dari dokter.

 

Pengaruh antidepresan pada ibu menyusui

Jika anda memilih menggunakan antidepresan, perlu dicatat bahwa hal itu bisa berpengaruh pada bayi anda melalui ASI. Penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus antidepresan trisiklik dan SSRI, kadar obat yang mencapai bayi melalui proses menyusui adalah rendah atau tidak terdeteksi. Namun, ada laporan efek samping yang jarang terjadi pada bayi yang menyusu. Selain itu, efek paparan jangka panjang tidak diketahui.

Membantu Penderita Postpartum Depression
Jika seseorang yang anda sayangi mengalami postpartum depression, hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah memberikan dukungan. Beri ia waktu untuk istirahat dari tugas-tugas merawat bayi, beri perhatian untuk mendengar keluh-kesahnya, dan selalu sabar/ memahami perasaannya.
Anda juga perlu menjaga diri anda sendiri. Menghadapi kebutuhan bayi baru lahir bagi seorang ayah sama beratnya dengan seorang ibu. Jika orang yang anda butuhkan mengalami depresi, anda pun berhadapan dengan dua penyebab stres utama.

Bagaimana menolong istri anda

  • Mendorong ia untuk berbicara tentang perasaannya. Dengarkan ia tanpa menghakimi atau memberikan solusi. Tidak perlu berusaha memperbaiki, anda hanya perlu melakukan hal sederhana, misal anda selalu ada sebagai tempat bersandar bagi istri anda.
  • Tawarkan bantuan seputar pekerjaan rumah. Atau langsung tangani tanggung jawab rumah dan tugas mengasuh bayi. Jangan menunggunya meminta bantuan.
  • Pastikan ia memiliki waktu bagi dirinya sendiri. Istirahat dan relaksasi yang cukup sangatlah penting. Dorong ia untuk istirahat, menyewa babysitter, atau menjadwal waktu berkencan di malam hari.
  • Bersabar jika ia belum siap berhubungan intim. Depresi mempengaruhi dorongan seksual. Jadi tunggulah sampai ia memiliki mood untuk melakukannya. Anda bisa memberikan kasih sayang secara fisik, tetapi jangan paksa ia jika tidak siap untuk berhubungan.
  • Mengajaknya berjalan-jalan. Melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan bisa menurunkan tekanan depresi secara signifikan. Bantu ia untuk menjadikan jalan-jalan sebagai ritual harian yang mengasyikkan bagi anda berdua.

http://www.helpguide.org/mental/postpartum_depression.htm

image by Peter Tompkins

Share Button

Comments

comments