Postpartum Depression (3): Dampak pada Bayi

Kesehatan AnakPsikologi admin

Dampak Postpartum Depression pada Bayi

Bagaimana Postpartum depression mempengaruhi bayi anda? – Postpartum depression dapat mengganggu kemampuan anda untuk menjalankan peran dalam menjaga dan merawat bayi anda. Apabila anda mengalami postpartum depression, tidak berarti bahwa anda ibu yang buruk. Namun, ketika harus menghadapi gejala-gejala depresi seperti kelelahan, lekas marah, apatis, dan mudah menangis, anda akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bayi anda. Sang bayi pada akhirnya akan terkena dampaknya jika depresi tersebut tidak segera ditangani.

Dampak Postpartum Depression Pada Anak

    • Masalah Perilaku.

Anak-anak dari ibu yang depresi cenderung mengembangkan masalah perilaku secara keseluruhan, termasuk masalah tidur, temperamen yang mudah marah, agresi, dan hiperaktif.

  • Keterlambatan Perkembangan Kognitif. Perkembangan kognitif pada bayi maupun anak-anak dengan ibu yang depresi seringkali terhambat. Kemungkinan mereka belajar berjalan atau berbicara lebih lambat ketimbang anak-anak lain. Mereka juga banyak mengalami kesulitan belajar , termasuk urusan di sekolah.
  • Masalah Sosial. Anak-anak dengan ibu yang depresi memiliki kesulitan dalam membina hubungan akrab. Mereka kesulitan untuk bergaul di sekolah. Mereka bisa jadi juga menarik diri secara sosial, atau melakukan hal-hal dengan cara destruktif.
  • Masalah Emosional. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan ibu depresi memiliki harga diri yang rendah, lebih merasa cemas dan takut, lebih pasif, dan kurang mandiri.
  • Depresi. Risiko untuk mengalami depresi berat pada awal kehidupan menjadi lebih besar pada anak-anak dengan ibu yang memiliki postpartum depression.

Keterikatan Ibu dan Anak pada Postpartum Depression

Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang depresi kurang berinteraksi dengan bayinya. Perempuan dengan depresi pasca melahirkan cenderung tidak menyusui, serta enggan bermain dengan anak-anaknya. Selain itu mereka juga mungkin tidak konsisten dengan cara merawat bayi mereka.

Ibu yang depresi bisa mencintai dan penuh perhatian pada satu waktu, namun padawaktu lain bisa jadi mereka malah bereaksi negatif atau tidak merespon sama sekali. Inkonsistensi ini mengganggu proses ikatan (bonding) antara ibu dan anak. Proses ikatan emosional, yang dikenal sebagai keterikatan, adalah tugas yang paling penting sejak bayi.

Keterikatan yang bagus terbentuk ketika sang ibu merespon dengan hangat dan konsisten akan kebutuhan bayinya baik secara fisik maupun emosional. Ketika bayi menangis, sang ibu cepat menenangkan dia. Jika bayi tertawa atau tersenyum, ibu pun meresponnya. Intinya, ibu dan anak sama-sama selaras. Keduanya saling mengenali dan merespon sinyal masing-masing.

Namun seorang ibu yang depresi cenderung kurang mampu menangkap dan merespon isyarat bayinya. Hal ini akan berpengaruh buruk pada bonding. Seorang anak yang merasa tidak aman, akan berisiko mengalami kesulitan dan keterlambatan, termasuk masalah perilaku, emosional, dan sosial.

Apabila anda mengalami postpartum depression, tidak perlu merasa bersalah atau malu. Gejala postpartum depression ini muncul di luar kontrol dan tidak lantas membuat anda menjadi orang tua yang buruk. Namun demikian mendapatkan pilihan penanganan yang sesuai untuk mengatasi depresi ini ada di tangan anda. Pertimbangkanlah dampak depresi ini pada anda dan anak anda, hal ini sangatlah penting untuk  mencari pertolongan yang tepat dan sesuai.

http://www.helpguide.org/mental/postpartum_depression.htm

image by cherkez

Kata kunci:

  • bagaimana keadaan bayi jika ibu mengalami postpartum
  • dampak pada anak yg ibunya mengalami post parfum
  • gejala postum pada bayi
  • hubungan postpartum blues terhadap keadaan bayi

You Might Also Like

Most popular articles related to Postpartum Depression (3): Dampak pada Bayi
  • Postpartum Depression (1): Kenali Gejalanya!
  • Postpartum Depression (2): Faktor Penyebab dan Risiko
  • Postpartum Depression (4): Tips Penanganan