Mengenal Kista dan Myoma

Kesehatan Perempuan admin

Mengenal Kista dan Myoma – Menjalani kehamilan dengan lancar dan tanpa masalah adalah dambaan bagi calon ibu di mana saja. Sayangnya, kondisi ideal tersebut realitanya tidak selalu terjadi. Bagi ibu hamil, kadang kebahagiaan menjalani tumbuh kembang janin dalam rahimnya bisa berubah menjadi was-was saat dokter kandungan menyatakan bahwa ditemukan adanya kista atau myoma di dalam rahim.

Apa itu kista? Apa itu myoma? Apakah keduanya sama? Berbahayakah jika ibu hamil memiliki kista atau myoma? Demikian beragam pertanyaan yang sering muncul di kalangan ibu hamil. Berikut ini sekilas penjelasan dari dr. Detty Siti Nurdiati, MPh, PhD, SpOG mengenai kista dan myoma.

Mengenal Kista dan Myoma

Perbedaan Kista dan Myoma

Kista dan myoma seringkali dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Kista umumnya dari ovarium atau indung telur sehingga sering disebut kista ovarium. Sementara itu myoma berasal dari uterus/rahim sehingga disebut dengan myoma uteri.

Kista Ovarium

Kista ovarium umumnya ditemukan saat pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh calon ibu. Kebanyakan kista ovarium terbentuk dari folikel sel telur berupa massa padat atau bisa juga cairan. Folikel sel telur seharusnya pecah saat ovulasi pada masa subur, jika tidak akan terbentuk kista yang bisa mengganggu.

Pada kasus kehamilan dengan kista perlu didiagnosis lebih lanjut untuk melihat apakah kista tersebut ganas atau jinak. Jika kista ovarium jinak maka hal itu tidak berbahaya. Kehamilan tetap bisa berjalan lancar tanpa perlu operasi pengangkatan. Sang ibu pun masih bisa berpeluang menjalani persalinan secara normal.

Sementara itu jika kista yang ditemukan ternyata ganas atau terjadi kegawatdaruratan (misalnya kista robek, terputar/torsi, atau membesar dengan cepat) maka perlu dilakukan tindakan medis seperti operasi.

Myoma Uteri

Myoma uteri merupakan pertumbuhan sel rahim yang tidak pada tempatnya. Myoma biasanya ditemukan saat pemeriksaan USG. Meski tidak menimbulkan gejala atau keluhan yang berarti, adanya myoma bisa mengganggu kehamilan. Apalagi myoma bisa semakin besar akibat pengaruh hormon kehamilan.

Dampak myoma pada kehamilan dan persalinan tergantung dari posisi myoma dan besar kecilnya ukuran myoma tersebut.

Dilihat dari posisinya, myoma sendiri terdiri dari tiga jenis:

  • Intramural (tumbuh di dalam dinding rahim)
  • Subserosa (tumbuh di dinding luar rahim)
  • Submukosa (tumbuh di dalam rahim)

Adanya myoma bisa menyebabkan dampak berikut ini:

  • Risiko keguguran
  • Persalinan prematur
  • Mengganggu persalinan/ macetnya persalinan
  • Gangguan pada posisi janin
  • Risiko perdarahan saat persalinan
  • Risiko operasi sesar (C-section)

Saat ini belum diketahui penyebab terjadinya Myoma Uteri. Umumnya myoma bisa mengecil setelah hormon kehamilan usai dan kondisi tubuh kembali normal pasca melahirkan. Namun jika calon ibu memiliki myoma ini, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk saran terbaik dalam menjalani kehamilan, persalinan,dan treatment pasca melahirkan.

Kata kunci:

  • apa yg dmaksud kista silolit

You Might Also Like

Most popular articles related to Mengenal Kista dan Myoma
  • Dokter Kandungan Perempuan di Surabaya
  • Berharganya Serviks (Leher Rahim) Bagi Perempuan
  • Ibu Hamil Berpuasa? Bolehkah?
  • Tanda-Tanda Awal Kehamilan: Sudahkah Anda Mengenalinya?
  • Tahapan Perkembangan Janin: Minggu Pertama – Minggu Kelima
  • Wawancara dengan Para Dokter Perempuan Spesialis Kandungan
  • 7 Tips Kesehatan Saat Hamil
  • Selulit yang Nggak Asyik