Ibu Hamil Berpuasa? Bolehkah?

Kesehatan Perempuan admin

Ibu Hamil Berpuasa? Bolehkah?  – Menjalani ibadah puasa di kala mengandung buah hati memang menimbulkan problema tersendiri di kalangan wanita. Bingung antara ingin ikut berpuasa atau tidak.

Pertanyaan yang dilontarkan umumnya tentang apakah sang ibu cukup kuat menjalani puasa seharian? Atau kalau pun sang ibu mampu, bagaimana dengan kondisi janin yang dikandung? Apakah pengaruh puasa bisa membahayakan janin?

Ulasan kali ini akan membahas lengkap bagaimana puasa untuk ibu hamil ditinjau dari sisi kesehatan serta sejumlah tips dan persiapan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan ini.

Memahami Tahapan Penting Kehamilan dalam Perkembangan Janin

hamil ikut puasa

Sebelum melangkah ke bahasan tentang puasa bagi ibu hamil, ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu tentang proses kehamilan. Proses kehamilan sendiri terbagi ke dalam tiga tahapan penting yang dikenal dengan trimester (TM) 1, trimester 2, dan trimester 3.

Trimester 1: Kondisi Awal Kehamilan

Tahapan pertama dalam kehamilan berlangsung pada tiga bulan pertama yang disebut trimester 1 atau TM1. Pada tahap ini kondisi ibu hamil umumnya mengalami morning sickness, yakni mual dan muntah. Morning sickness biasanya muncul pada minggu ke-6 kehamilan di mana kantong embrio sudah terdeteksi pada layar USG.

Pada TM1 kondisi kesehatan ibu hamil bervariasi satu sama lain. Ada yang cukup kuat untuk beraktivitas sehari-hari, ada pula yang sangat lemah hingga harus diopname di rumah sakit. Kondisi morning sickness, mual dan muntah juga ada yang ringan, sedang, dan berat. Untuk kondisi berat biasanya disebut emesis Gravidarum yang membuat sang ibu muntah –muntah sepanjang hari dan tidak mampu mengkonsumsi makanan atau minuman apapun termasuk air putih.

Pada TM1 Anda harus melihat kondisi Anda apakah termasuk mengalami morning sickness yang ringan atau berat? Selain itu Anda juga perlu berkonsultasi pada dokter kandungan mengenai kondisi Anda. Meskipun Anda merasa kuat tetapi janin Anda belum tentu sama keadaannya.

Trimester 2: Fase Adaptasi

Menginjak bulan ke-4 kehamilan, TM2, umumnya ibu hamil merasa kondisinya sudah mulai membaik. Morning sickness mulai berkurang dan sang ibu mulai bisa mengkonsumsi banyak pilihan makanan bergizi tanpa masalah mual muntah.

Namun demikian tidak semua ibu hamil mengalami hal yang sama. Ada yang masih mual dan muntah. Ada pula yang mengalami keluhan seperti air liur yang berlebihan. Kondisi ini wajar karena pengaruh hormon kehamilan.

Sangat penting bagi ibu hamil dalam menjaga agar janin bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tambahan kalori sebanyak 200 Kalori pada menu harian perlu diperhatikan. Begitu pun soal minum, ibu hamil biasanya merasa kegerahan dan banyak berkeringat sehingga asupan air juga perlu ditingkatkan pada masa ini.

Trimester 3: Menuju Persalinan

Pada TM3, keluhan mulai kembali datang. Tubuh mulai mempersiapkan untuk persalinan, uterus mulai menekan kandung kemih hingga sering buang air kecil. Selain itu perut mulai semakin berat, dan dada mulai sering sesak.

Sebagian ibu mengalami mual karena naiknya asam lambung, membuat dada terasa seperti terbakar. Namun demikian pada TM3 ini, ibu hamil mulai mengurangi porsi makannya karena jika terlalu banyak memicu rasa mual.

Puasa Bagi Ibu Hamil

Setelah mengetahui tahapan dalam kehamilan, Anda mulai bisa mengamati keadaan Anda sendiri. Pada tahapan yang mana Anda saat ini? TM 1, 2, atau 3?

Berikutnya Anda perlu mengetahui risiko setiap tahapan jika menjalani puasa, yakni:

TM1

TM2

TM3

Iritasi lambung/ gastritis/ maagIbu kekurangan cairanpersalinan yang bisa terjadi sewaktu-waktu
dehidrasiJanin kekurangan cairan
gangguan elektrolitharus sering kontrol kehamilan
fase pertumbuhan organ,

terutama otak

rutin melakukan CTG untuk memeriksa denyut jantung janin

 

Setelah mengetahui kapan fase yang Anda jalani saat bulan puasa tiba dan mengetahui segala risiko yang bisa terjadi, maka Anda bisa mulai memprediksi. Jika kondisi Anda dan janin sehat, maka tidak masalah bagi Anda untuk berpuasa.

 

bolehkah puasa ibu hamil

infografis

Tips Berpuasa Saat Hamil

Setelah memastikan bahwa kondisi sang ibu baik-baik saja dalam menjalani puasa saat hamil, maka ini saatnya Anda mengetahui apa saja tips berpuasa ketika hamil.

  • Sebelum memutuskan berpuasa, periksakan kondisi kehamilan Anda ke dokter spesialis Obstetri dan ginekologi untuk melihat apakah keadaan ibu dan janin memungkinkan. Jika dokter membolehkan, silakan berpuasa dengan arahan dan pantauan dari dokter Anda.
  • Lakukan pengecekan kondisi kehamilan Anda lagi di pertengahan bulan puasa dan di hari-hari terakhir bulan puasa. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi Anda dan janin.
  • Saat sahur pilih makanan bergizi dan mengandung karbohidrat dan protein tinggi. Misalnya beras merah dan lauk berupa daging, telur, ayam atau ikan-ikanan.
  • Ketika berbuka puasa, Anda bisa mengkonsumsi kurma dan air putih. Untuk camilan sebelum makan besar, Anda bisa memilik buah-buahan karena kaya serat dan tidak membuat gula darah melonjak drastis. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan minuman yang manis agar terhindar dari diabetes pada kehamilan.
  • Usahakan untuk tidak terlalu lelah karena kondisi tersebut bisa mempengaruhi kesehatan Anda dan janin.
  • Lakukan istirahat di siang hari/ tidur siang untuk menghemat energi.
  • Usahakan minum banyak air putih pada saat berbuka dan sahur. Hal ini penting untuk menjaga agar volume ketuban mencukupi.
  • Segera hubungi dokter SPOG Anda jika terdapat keluhan.Demikian tips ringkas untuk ibu hamil yang hendak berpuasa. Semoga bermanfaat.

 

Kata kunci:

  • wanita hamil yang puasa
  • bolehkah berbuka jika ibu hamil terasa nak pitam dan tak larat
  • bolehkah ibu hamil berpuasa ketika di USG
  • bumil sesak saat puasa wajar gak?
  • gambar ibu hamil berpuasa

You Might Also Like

Most popular articles related to Ibu Hamil Berpuasa? Bolehkah?
  • Ingin Aman Melangsingkan Tubuh? Lakukan Diet secara Alami
  • Bagaimana Menyikat Gigi yang Benar?
  • Tips Mencegah Jantung Koroner dengan Herbal
  • [Tips Cantik] Masker Putih Telur untuk Kulit Berminyak
  • Manfaat Menyusui bagi Sang Ibu
  • Mengatasi Mood Swing Saat Menstruasi
  • Manfaat Memberikan ASI Ekslusif pada Bayi
  • 2 Tips Menghindari Obesitas