Berbagai Jenis Stress dan Cara Mengatasinya

Psikologi admin

Stress dan obatnya – Berdasarkan Karl Albrecht, penulis buku Stress and the Manager: Making It Work For You, stress bisa disebabkan oleh banyak faktor, dia menyebutkan dalam bukunya:

“… sebagian besar stress kronik yang dialami oleh warga Amerika di abad 20 disebabkan oleh kecemasan.”

Kita semua pernah mengalami stress, namun kunci untuk mengatasi stress secara efektif terletak pada apakah kita mengenali jenis stress yang sedang kita alami. Albrecht mengatakan bahwa, siapapun dan bagaimanapun kondisinya, stress tergolong dalam 4 kategori utama. Mengetahui jenis stress akan membantu kamu melakukan tindakan penyembuhan yang tepat.

jenis stress dan cara mengatasinya

Dr Albrecht mengelompokkan stress menjadi beberapa kategori yang akan kita bahas lebih lanjut dibawah ini.

1. Stress waktu: deadline dan tepat waktu

Sebagian besar orang pernah mengalami stress waktu, perasaan terburu-buru untuk menghadiri rapat, mati-matian mengerjakan tugas, atau membayar pajak tepat waktu. Kamu mungkin tak sabar menunggu kereta api atau bis untuk pergi ke rumah sakit, ke bandara, atau tujuan penting lainnya. Walaupun kamu bisa menyetir sendiri, tidak ada jaminan kamu akan datang tepat waktu, dan dampak dari ketakutan untuk terlambat adalah hadirnya kecemasan.

Kamu cemas agar tepat waktu, kamu cemas tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, dan kamu cemas bagaimana melakukan semuanya dalam waktu yang mendesak. Stress waktu ini mungkin adalah hal yang biasa bagi setiap orang.

Mengatasi stress waktu bergantung pada bagaimana cara kita untuk mengefisiensi waktu. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba:

  • Skala prioritas. Selesaikan yang terpenting dahulu. Buat daftar pekerjaan berdasarkan urgensitas atau tenggat waktu, dan update setiap kamu menyelesaikan suatu pekerjaan.
  • Take action. Tidak cukup hanya membuat daftar saja. Lakukan pekerjaan dan fokuslah menyelesaikannya. Tandai bila sudah selesai.
  • Maksimalkan produktivitas. Apakah kamu bekerja lebih baik pada pagi hari atau setelah makan siang? Temukan waktu paling produktifmu dan gunakan untuk menyelesaikan tugas tersusah. Fokus selesaikan pekerjaan berat yang menguras tenaga saat kamu masih fit, dan gunakan waktu ketika capek dengan melakukan pekerjaan yang santai.
  • Tetaplah terkontrol. Kerjakan tugas yang perlu untuk diselesaikan, hindari untuk melakukan tugas tambahan. Belajarlah untuk berkata “tidak” bila diperlukan. Fokuslah dan jangan biarkan orang lain menyibukkanmu dari tugas utama.

Perlu diingat, setiap poin diatas tidak akan membantu apabila tidak diletakkan pada posisi yang tepat. Selain itu, kamu harus memiliki ketekunan dan sikap yang tepat.

2. Stress Antisipatori: ketakutan akan masa depan

Stress juga bisa diakibatkan oleh kekhawatiran pada masa depan. Rapat, presentasi, ujian.. semuanya bisa menyebabkan kecemasan. Terkadang kecemasan muncul karena ketidakpastian apa yang akan terjadi, atau karena gambaran momen itu sendiri.

Kamu mungkin diharuskan untuk berbicara di depan umum, memaparkan argumentasi, menampakkan peranmu, dan yang paling membuatmu stress adalah potensi kegagalan.

Bila kamu bisa membayangkan kemungkinan terburuk, kamu juga bisa membayangkan kemungkinan sukses dengan mudah, itulah intinya. Lebih jelasnya sebagai berikut:

  • Bayangkan dirimu sukses. Visualisasikan dalam pikiran kamu sedang dalam situasi tersebut. Bayangkan semuanya positif, percaya diri dan tenang sehingga membuat terkesan teman-teman dan atasanmu.
  • Latihan rutin. Ulang-ulangilah apa yang akan kamu katakan dan lakukan. Pikirkan setiap kata yang keluar sehingga tidak membuat gugup nantinya. Pikirkan setiap detailnya sehingga kamu bisa tampil percaya diri dan penuh keyakinan.
  • Pikirkan semua kemungkinan. Jika kamu takut gagal, maka rencanakanlah untuk sukses. Cobalah memikirkan apa saja yang akakn menjadi hambatan, siapkan rencana dan antisipasi. Ini mungkin tidak sepenuhnya menjamin kamu sukses, namun ini akan melatih kemampuan berpikir dan mengatasi masalahmu.

Bila kamu mempersiapkan diri, kamu akan mampu menghadapi apapun, dan ini akan mendapati ini lebih mudah apa yang akan kamu hadapi.

3. Stress situasional: diluar kontrol

Stress situasional ini berkaitan dengan konflik dan emosi. Kamu mungkin berada dalam situasi yang pada awalnya lancar, namun tiba-tiba seseorang berteriak marah, dan akhirnya keadaan menjadi berantakan.

Banyak sisi yang bisa menyebabkan kecemasan. Cara terbaik adalah mengingat bahwa momen ini akan terjadi pada suatu saat. Hal ini bisa terjadi dimana saja, berikut beberapa tips terkait:

  • Tetap tenang. Membiarkan kemarahanmu meluap tidak akan menyelesaikan apapun, justru akan membuatnya semakin buruk. Tetap tenang dan tunjukkan kedewasaan untuk bekerja sama menyelesaikan masalah.
  • Pahami kelemahanmu. Bagaimana kamu merespon konflik? Sebagian orang akan lari menjauh dan berupaya mengubur dirinya sedalam-dalamnya, sedangkan yang lainnya ikut terjun dan terlibat dalam konflik. Itu akan menghilangkan fokus darimu untuk menyelesaikan masalah.
  • Perkirakan yang tidak terkirakan. Orang tidak bertindak sebagaimana yang kita inginkan, dan reaksi mereka kadang membuat kita lepas kendali. Bersiaplah untuk kejadian apapun.
  • Manajemen konflik. Konflik muncul karena masing-masing punya keinginan berbeda. Bila keinginannya tidak terpenuhi, seseorang akan merasa terancam dan langsung merespon. Pelajarilah berbagai tipe manusia dan siapkan solusi atas skenario terburuk.

4. Stress perjumpaan

Stress perjumpaan terjadi saat kamu harus bertemu dengan orang tertentu. Mungkin kamu tidak menyukainya, atau mereka tidak menyukaimu, atau kamu tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Kamu bisa mempersiapkan diri untuk menghindari stress ini dengan beberapa tips berikut:

  • Mengertilah. Empatilah kepada orang itu dan bayangkan bagaimana situasi ini dalam perspektifnya. Mereka juga punya perasaan.
  • Kenali penanda. Kenali tanda-tanda apakah orang yang kamu hadapi dalam keadaan tertekan.
  • Jangan memaksakan diri. Setiap orang punya batas, dan kamu harus waspada bila sudah mencapai puncaknya. Menghadapi orang lain sehari-hari mungkin menyenangkan, namun juga menyebabkan mental dan psikologis drop. Jadwalkan jeda waktu untuk istirahat, sekadar minum air, atau berjalan santai keliling ruangan.

Demikianlah beberapa tipe stress dan cara mengatasinya. Pastikan kamu mengenali tanda-tanda dan jenisnya agar bisa menerapkan solusi dan membuat hidup kamu berjalan normal kembali.

You Might Also Like

Most popular articles related to Berbagai Jenis Stress dan Cara Mengatasinya
  • 11 Fakta Mengejutkan Akibat Kurang Tidur
  • Mengatasi Mood Swing Saat Menstruasi
  • Autisme: Gangguan Perkembangan Pervasif
  • 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berolah Raga Sekarang Juga!